Tentang mata uang
Basic Attention Token (BAT) adalah proyek token digital dalam ekosistem aset kripto dan blockchain. Entri data ini bertujuan menyediakan deskripsi objektif, terstandarisasi, dan dapat diarsipkan mengenai proyek tersebut, dengan seluruh kontennya berdasarkan informasi publik yang dapat diverifikasi—tanpa memuat analisis harga, kesimpulan investasi, atau pernyataan berorientasi imbal hasil. Entri ini hanya digunakan untuk tampilan basis data dan pencarian informasi dasar, sehingga pengguna dapat memahami atribut fundamental proyek serta fakta-fakta publiknya dalam format yang seragam.<br />
<br />
I. Informasi Dasar Proyek <br />
Nama proyek dalam bahasa Indonesia yang tercatat dalam entri ini adalah “Basic Attention Token”, nama dalam bahasa Inggrisnya juga “Basic Attention Token”, dan kode tokennya adalah “BAT”. Situs web resmi yang tercatat dalam basis data saat ini adalah “https://basicattentiontoken.org”, tanggal peluncuran adalah “2017-05-31”, pasokan total adalah “1500000000”, dan status catatan adalah “normal”. Bidang-bidang tersebut digunakan untuk indeks data, tampilan halaman, serta pemeliharaan data lanjutan; apabila tim proyek melakukan pembaruan merek, migrasi domain, migrasi kontrak token, atau penyesuaian parameter pasokan di masa depan, maka rujukan utama haruslah pengumuman resmi proyek dan pengungkapan terbaru dari sumber data utama, dengan pembaruan versi yang sesuai dilakukan dalam basis data.<br />
<br />
II. Penempatan Jaringan dan Protokol <br />
Menurut definisi standar basis data, BAT umumnya merujuk pada aset digital asli—baik berupa hak kepemilikan maupun bukti fungsi—dalam suatu jaringan blockchain publik, protokol aplikasi, ekosistem platform, atau komunitas digital. Perbedaan teknis antarproyek—misalnya dalam lapisan konsensus atau tumpukan teknologi—meliputi, namun tidak terbatas pada, PoW, PoS, delegated staking, arsitektur modular, model application chain, maupun struktur interoperabilitas lintas-rantai (cross-chain). Apabila parameter teknis resmi tidak disertakan dalam entri, basis data tidak melakukan inferensi subjektif terhadap implementasi teknis spesifik, melainkan hanya mempertahankan deskripsi netral bahwa proyek tersebut “digunakan di jaringan publik untuk pencatatan nilai, ekspresi izin, atau pemanggilan fungsi”—sehingga keakuratan informasi tetap dapat diverifikasi dan dipelihara secara berkelanjutan.<br />
<br />
III. Fungsi Token dan Penggunaan Publik <br />
Berdasarkan klasifikasi industri yang berlaku umum, BAT dapat digunakan untuk pembayaran biaya jaringan, voting tata kelola protokol, distribusi insentif bagi node, pembayaran produk ekosistem, bukti hak akses dalam aplikasi, atau transfer nilai lintas sistem. Batasan penggunaan tiap proyek ditentukan secara eksplisit dalam dokumen resmi, whitepaper, proposal tata kelola, dan aturan eksekusi on-chain. Deskripsi penggunaan dalam basis data mengadopsi pendekatan “ringkasan penggunaan publik”, dengan tujuan membantu pengguna mengidentifikasi peran token dalam ekosistem—bukan menilai kelebihan atau kekurangannya. Jika proyek menerbitkan token di beberapa rantai (multi-chain), dalam bentuk wrapped/mapped, versi bridged, atau versi yang dikelola oleh platform terpusat, maka dalam praktik penggunaan nyata, pengguna wajib membedakan jaringan penerbitan dan alamat kontrak guna menghindari kekeliruan antar-instans aset.<br />
<br />
IV. Penjelasan Bidang Penerbitan dan Pasokan <br />
Bidang “pasokan total” yang ditampilkan dalam entri ini merupakan nilai arsip berdasarkan pengungkapan publik proyek atau catatan dari platform agregasi data utama. Perlu dicatat bahwa berbagai proyek sering kali menggunakan sejumlah konsep berbeda secara bersamaan—seperti maksimal supply, total supply, circulating supply, jumlah terkunci (locked supply), serta mekanisme pembakaran (burn)—yang tidak selalu setara secara definisi. Untuk menjaga konsistensi standar basis data, entri ini hanya menggunakan bidang-bidang yang telah terverifikasi untuk penjelasan dasar, tanpa memperluas cakupan ke indikator spesifik yang belum diverifikasi. Ketika tim proyek memperbarui model ekonomi token—misalnya penyesuaian jadwal unlock, perubahan mekanisme governance mint-and-burn, atau upgrade kontrak—basis data akan mencerminkan perubahan tersebut melalui “pembaruan bidang + pembaruan cap waktu”.<br />
<br />
V. Tata Kelola, Sumber Terbuka, dan Kolaborasi Komunitas <br />
Dalam ekosistem Web3, tata kelola proyek umumnya melibatkan kolaborasi antara tim inti, yayasan, node komunitas, pengembang, serta pemegang governance token. Apakah proyek BAT menerapkan tata kelola on-chain, tata kelola forum, atau model hibrida—harus dirujuk secara eksklusif dari dokumen tata kelola resmi. Basis data menggunakan deskripsi umum untuk bagian tata kelola: yaitu perubahan jangka panjang terhadap aturan proyek harus diajukan dan didokumentasikan melalui proses publik, serta parameter kritis harus memiliki jejak yang dapat dilacak. Bagi proyek open-source, repositori inti, proposal peningkatan (improvement proposals), dan catatan rilis versi merupakan bukti publik utama untuk menilai tingkat aktivitas pemeliharaan dan transparansi; basis data memperlakukan informasi semacam itu sebagai “bukti yang dapat diverifikasi”, bukan sebagai konten berbasis opini.<br />
<br />
VI. Skenario Ekosistem dan Batas Cakupan Data <br />
Proyek BAT kemungkinan beroperasi di berbagai ranah—seperti sistem pembayaran dan penyelesaian, DeFi, data on-chain, konten game, sistem identitas, infrastruktur, atau budaya komunitas. Entri basis data tidak mendeskripsikan “tingkat popularitas pasar” atau “kekuatan harga”, melainkan menekankan “penempatan fungsional proyek dalam ekosistem publik serta sumber informasinya”. Saat pengguna ingin melakukan studi lebih lanjut, referensi utama yang direkomendasikan adalah situs web resmi proyek, dokumentasi teknis, proposal tata kelola, repositori kode, explorer blockchain, dan informasi pengungkapan yang memenuhi standar kepatuhan regulasi. Tugas basis data adalah menyediakan pintu masuk terstruktur guna membantu pengguna membangun pemahaman dasar tentang proyek secara cepat.<br />
<br />
VII. Prinsip Pemeliharaan dan Pembaruan Terstandarisasi <br />
Entri data ini mengikuti prinsip standar “kebenaran, objektivitas, verifikasi, dan pemeliharaan”: <br />
1) Keabsahan: Mengutamakan informasi publik resmi dan sumber yang dapat diverifikasi; <br />
2) Objektivitas: Tidak memuat rekomendasi investasi, janji imbal hasil, maupun penilaian subjektif; <br />
3) Verifikasi: Setiap bidang kritis harus dapat dikorelasikan dengan halaman sumber atau catatan publik; <br />
4) Pemeliharaan: Ketika informasi proyek berubah, entri diperbarui secara inkremental guna menjaga ketepatan waktu (timeliness).<br />
<br />
Secara keseluruhan, Basic Attention Token (BAT) dalam basis data ini diklasifikasikan sebagai “entri arsip aset digital terstandarisasi”. Entri ini hanya menjelaskan identitas dasar proyek, penggunaan publiknya, serta definisi bidang-bidang terkait—dan sama sekali tidak dimaksudkan sebagai dasar keputusan perdagangan. Jika di masa depan basis data terintegrasi dengan sumber data resmi yang lebih lengkap—seperti tautan whitepaper, alamat kontrak, dokumen tata kelola, atau catatan rilis versi—maka entri ini dapat diperluas lebih lanjut tanpa mengorbankan kerangka objektifnya.