📢 Berita
Mayoritas pemilih Partai Demokrat menolak berkompromi dengan Trump dan berpendapat bahwa fokus utama harus diletakkan pada penentangan terhadap agenda kebijakan Partai Republik.
Menurut laporan Politico tanggal 4 November, dua pertiga pemilih Partai Demokrat berpendapat bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) sebaiknya menghalangi agenda kebijakan Presiden AS Donald Trump, alih-alih memilih kompromi; sikap ini juga sangat kentara di kalangan pemilih Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu—65% responden menyatakan bahwa menentang agenda Trump harus menjadi prioritas utama Dewan Perwakilan Rakyat, bahkan jika hal itu berarti menunda pembahasan undang-undang lainnya. Meskipun Trump menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan Partai Demokrat pada masa sidang Kongres berikutnya setelah Partai Demokrat meraih kemenangan besar dalam pemilu, para pemimpin tingkat tinggi Partai Demokrat telah secara tegas memberi sinyal bahwa mereka tidak akan dengan mudah “membalik halaman” dari kinerja pemerintahan Trump selama satu tahun terakhir. Mulai Januari tahun depan, Partai Demokrat akan menghadapi tekanan nyata untuk mendorong kebijakan agar benar-benar diimplementasikan, sekaligus menghadapi tantangan ganda: menyeimbangkan respons terhadap krisis biaya hidup dan menjalankan pengawasan yang tegas.